Seorang teman mengajariku untuk berbahagia
dengan mengingat kembali momen indah dalam hidup
katanya, “tarik hal dan rasa keindahan dimasa lalu ke hari ini”
kembalikan dengan sebuah ‘daya cipta’ dari kesadaran diri kita..
Anehnya hal itu tak bisa kulakukan…
Aku merasa absurd…
Aku khawatir apakah aku normal?
Kuselami kembali dalamnya hatiku…
.................................
kutemukan juga jawabnya…
Bahagiaku di masa lalu itu
adalah bahagia dengan orang-orang di masa lalu
yang sudah pergi …ke belahan dunia lain
atau bahkan sudah pergi untuk selamanya
tak dapat kuteriakan dan kupanggil mereka
karena pada dasarnya mereka sudah menyelesaikan
episode-episode bersamaku
Apakah tak layak kukecap kebahagiaan karena
Ketak hadiran mereka?
kau meremehkan DIA -Tuhanmu itu…teriak sobat yang lain,
Ya benar sobat…aku yakin aku masih bisa bahagia
karenanya aku saat ini masih berdiri tegak di sini
jemput hari-hariku…
entah itu kelabu atau ceria
kuyakin ku ada karena kehendak DIA
dan DIA akan buatku bahagia
Berpikir lama…..
kalau boleh nawar nih DIAku yang Maha Segalanya…
berikan aku sepotong cinta dari seorang wanita yang tulus